Label

Sabtu, 03 Maret 2012

10 Fakta Menarik Tentang Christopher Columbus

10 Fakta Menarik Tentang Christopher Columbus




Kita semua tahu siapa Christopher Columbus. Dia adalah seorang penjelajah yang berlayar untuk menemukan India pada 1492. Harapan dan tujuan tidak berhasil saat ia melintasi Samudera Atlantik dan menemukan dunia baru.

Namun demikian, fakta lain yang banyak yang tidak menyadari. Artikel ini mencoba untuk menjelaskan setidaknya 10 fakta tentang Columbus yang bisa sedikit nambah ilmu sejarah kita.

1. Columbus tidak pernah tiba di daratan Amerika Utara. Perjalanannya membawa dia ke Amerika Tengah dan Selatan, Puerto Rico, Kepulauan Virgin Bahama dan kepulauan Karibia lainnya.


2. Hari Columbus pertama kali dirayakan pada tahun 1792 di New York. 1792, adalah tanda 300 tahun kedatangan Columbus. Hari Columbus menjadi hari libur nasional pada tahun 1937.

3. Columbus bukan orang pertama yang menemukan Dunia Baru. Orang - orang Skandinavia (Viking) menjelajahi benua Amerika Utara pada abad ke-11 dan mendirikan koloni L'Anse aux Meadow.

4. Columbus bertanggung jawab langsung atas pembunuhan ribuan penduduk asli Amerika. Dia mengeksploitasi mereka, memanfaatkan sumber daya dan memperbudak mereka. Hugo Chavez menghancurkan patungnya di Caracas karena dia melihat Columbus sebagai imperialis yang banyak melakukan pembantaian.
5.Columbus dipandang sebagai pola dasar antara yang baik dan yang jahat di Spanyol dan Amerika Utara. Dia juga menjadi simbol budaya.
6. Columbus adalah seorang Italia yang berspekulasi telah lahir di Genoa. Ada klaim bahwa ia sebenarnya lahir di Corsica juga.

7. Motivasi Columbus 'untuk eksplorasi adalah menjadi utusan untuk non-Kristen.

8. Dunia ini tidak dianggap datar oleh Columbus dan penjelajahnya. yang hal Ini disebut Mitos Bumi Datar.

9. Christopher Columbus adalah nama Anglophone yang diberikan kepada explorer. Dia memiliki nama Spanyol dan Italia juga. Yang paling terkenal, dia dipanggil Christoforo Kolombo.
10. Permohonan pertimbangan dilakukan ke Portugal oleh Christopher Columbus untuk membantu dia mengeksplorasi dan mendanai perjalanannya. Raja memberikan proposal pada ahlinya, yang kemudian menolak hal itu.
sumber : http://terselubung.blogspot.com/2012/01/10-fakta-menarik-tentang-christopher.html

10 Tim Terbaik Sepanjang Masa

10.Juventus Era Lippi (1994-2003)



Marcello Lippi mengambil alih posisi manajer Juventus pada awal musim 1994-95. Ia lantas mengantarkan Juventus memenangi Seri-A untuk pertama kalinya sejak pertengahan 1980-an di musim 1994-95. Pemain bintang yang ia asuh saat itu adalah Ciro Ferrara, Roberto Baggio, Gianluca Vialli dan pemain muda berbakat bernama Alessandro Del Piero. Lippi memimpin Juventus untuk memenangi Liga Champions Eropa pada musim itu juga, dengan mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti, setelah skor imbang 1-1 pada babak normal, dimana Fabrizio Ravanelli menyumbangkan satu gol untuk Juve.
Sesaat setelah bangkit kembali, para pemain Juventus yang biasa-biasa saja saat itu secara mengagumkan bisa mengembangkan diri mereka menjadi pemain-pemain bintang. Mereka adalah Zinedine Zidane, Filippo Inzaghi dan Edgar Davids. Juve kembali memenangi Seri-A musim 1996–97 dan 1997–98, termasuk juga Piala Super Eropa 1996 dan Piala Interkontinental 1996. Juventus juga mencapai final Liga Champions di musim 1997 dan 1998, tetapi mereka kalah oleh Borussia Dortmund (Jerman) dan Real Madrid (Spanyol). 
Setelah dua musim absen karena dikontrak oleh Inter Milan (dan gagal), Marcello Lippi kembali ke Juventus di awal 2001. Pria penyuka cerutu ini lantas membawa beberapa pemain biasa, yang kembali ia berhasil sulap menjadi pemain hebat, di antaranya Gianluigi Buffon, David Trézéguet, Pavel Nedvěd dan Lilian Thuram, dimana para pemain tersebut membantu Juve kembali memenangi dua gelar Seri-A di musim 2001-02 dan 2002-03. Juve juga berhasil maju kembali ke final Liga Champions, sayangnya mereka kalah oleh sesama tim Italia lain, AC Milan. Tahun berikutnya, Lippi diangkat menjadi manajer timnas Italia setelah bersaing ketat dengan Fabio Capello, dan mengakhiri eranya sebagai pelatih terbaik Juventus di era 1990-an dan awal 2000-an

9.Benfica era Eusebio (1960-1970)



Benfica adalah tim pertama untuk memecahkan dominasi  Real Madrid di awal Piala Champions Eropa . Setelah memenangkan dua Piala Champion berturut-turut melawan FC Barcelona (1961) dan Real Madrid (1962). Itu adalah kali terakhir Benfica memenangkan kompetisi internasional.
Selama dekade ini, Benfica  mencapai final Piala Champions Eropa tiga kali, tetapi mereka gagal meraihnya, setelah kalah melawan Milan (1963), Internazionale (1965), dan Manchester United (1968).
Pada tahun 1968, Benfica dianggap sebagai tim terbaik Eropa oleh Perancis Sepakbola , meskipun kekalahannya di Piala Champions. Banyak keberhasilan di tahun 1960-an dicapai berkat bintang mereka Eusebio. Bahkan, tahun 1960-an adalah periode terbaik sejarah Benfica, di mana klub memenangkan delapan  Kejuaraan (1960, '61, '63, '64, '65, '67, '68, dan '69), tiga Portugal Piala (1961, '64, dan '69), dan dua Piala Champions Eropa (1961 dan '62).

8.Juventus Era Trappatoni (1981-1993)


Era tangan dingin Trapattoni benar-benar membuat Seri-A porak poranda di 1980-an. Juve sangat perkasa di era tersebut, dengan gelar Seri-A empat kali di era tersebut. Setelah 6 pemainnya ikut andil dalam timnas Italia yang menjuarai Piala Dunia 1982 dengan Paolo Rossi sebagai salah satu pemain Juve kemudian terpilih menjadi Pemain Terbaik Eropa pada 1982, sesaat setelah berlangsungnya Piala Dunia di tahun tersebut ditambah dengan kedatangan bintang Prancis Michel Platini, Juventus kembali difavoritkan di musim 1982-83. Namun Juventus yang juga disibukkan dengan jadwal kejuaraan Eropa memulai kompetisi dengan lambat. Hal itu ditunjukkan dengan menelan kekalahan dari Sampdoria di pertandingan pembuka musim serta menang dengan tidak meyakinkan atas Fiorentina dan Torino. Sementara di Eropa, mereka berhasil menyingkirkan Hvidovre (Denmark) dan Standard Liege (Belgia) di penyisihan. Akan tetapi, Juventus kembali ke trek juara di musim dingin bersamaan keberhasilan mereka menembus perempat final Liga Champions. Selanjutnya, kemenangan atas Roma melalui 2 gol dari Platini dan Brio membuat jarak keduanya berselisih 3 poin dengan Roma di posisi puncak. Namun, karena konsentrasi Juve terpecah antara Serie A dan Liga Champions akhirnya tidak berhasil mengejar AS Roma yang menjadi juara. Juventus seharusnya bisa menumpahkan kekecewaannya di Liga saat mereka bertemu Hamburg di final Liga Champions tapi hal itu tidak terjadi. Berada di posisi kedua di kompetisi domestic dan Eropa, Juventus akhirnya berhasil merebut gelar penghibur saat menjuarai Piala Italia dan Piala Interkontinental.
Musim panas 1983, Juve kehilangan dua pilar inti mereka. Dino Zoff gantung sepatu di usia 41 tahun sedangkan Bettega beralih ke Kanada untuk mengakhiri karirnya di sana. Juve lantas merekrut kiper baru dari Avellino: Stefano Tacconi dan Beniamino Vinola dari klub yang sama. Sementara Nico Penzo menjadi pendampong Rossi di lini depan. Juve pada saat itu berkonsentrasi penuh di dua kompetisi, Liga dan Piala Winner. Hasilnya, melalui penampilan yang konsisten sepanjang musim, Juve merengkuh gelar liga satu minggu sebelum kompetisi usai. Dan gelar ini ditambah gelar lainnya di Piala Winner saat mereka mengalahkan Porto 2-1 di Basel pada 16 Mei 1984. Dua gelar ini sangat bersejarah dan merupakan prestasi bagi kapten klub Scirea dan kawan-kawan.
Setelah era keemasan Rossi usai, Michel Platini kemudian secara mengejutkan berhasil menjadi pemain terbaik Eropa tiga kali berturut-turut; 1983, 1984 dan 1985, dimana sampai saat ini belum ada pemain yang bisa menyamai dirinya. Juventus menjadi satu-satunya klub yang mampu mengantarkan pemainnya menjadi pemain terbaik Eropa sebanyak empat tahun berurutan.Platini juga menjadi bintang saat Juve berhasil menjadi juara Liga Champions Eropa pada 1985 dengan sumbangan satu gol semata wayangnya. Tragisnya, final melawan Liverpool FC dari Inggris tersebut yang berlangsung di Stadion Heysel Belgia, harus dibayar mahal dengan kematian 39 tifoso Juventus akibat terlibat kerusuhan dengan para hooligans dari Liverpool. Sebagai hukuman, tim-tim Inggris dilarang mengikuti semua kejuaraan Eropa selama lima tahun.Juventus kemudian merebut scudetto terakhir mereka di era 1980-an pada musim 1985-86, yang juga menjadi tahun terakhir Trappatoni di Juventus. Memasuki akhir 1980-an, Juve gagal menunjukkan performa terbaiknya, mereka harus mengakui keunggulan Napoli dengan bintang Diego Maradona, dan kebangkitan dua tim kota Milan, AC Milan dan Inter Milan.Pada 1990, Juve pindah kandang ke Stadio delle Alpi, yang dibangun untuk persiapan Piala Dunia 1990.
 

7.Inter Milan Era Hererra (1960-1968)




Setelah masa perang, Inter memenangi gelar Seri A lagi pada tahun 1953 dan yang ketujuh di tahun 1954. Setelah memenangi beberapa trofi ini, Inter memasuki masa keemasan mereka yang disebut La Grande Inter. Selama masa keemasan mereka, dibawah asuhan Pelatih Helenio Herrera, Inter memenangkan tiga trofi di tahun 1963, 1965, dan 1966. Pada waktu ini, Inter juga terkenal dengan kemenangan Piala Eropa dua kali berturut-turut. Di tahun 1963, Inter memenangkan trofi Piala Eropa mereka setelah mengalahkan klub terkenal Real Madrid. Musim selanjutnya, bermain di kandang mereka sendiri, Inter memenangkan trofi Piala Eropa untuk kedua kalinya setelah mengalahkan klub dari Portugal, Benfica.

 
6.liverpool era Bob Paisley (1974-1983)




Kejayaan Liverpool bersama Bill Shankly dilanjutkan Bob Paisley yang pada saat itu berusia 55 tahun. Dia menjabat sebagai manajer Liverpool FC dari tahun 1974 sampai 1983 dan hanya pada awal tahun Bob Paisley tidak dapat memberikan gelar untuk Liverpool FC. Selama 9 tahun Bob Paisley menjabat sebagai manajer Liverpool FC, beliau memberikan total 21 tropi, termasuk 3 Piala Champion, 1 Piala UEFA, 6 juara Liga Inggris dan 3 Piala Liga secara berturut-turut. Dengan semua gelar itu tidak salah bila Bob Paisley menjadi manajer tersukses yang pernah menangani klub Inggris. Tidak hanya sukses memberikan gelar untuk Liverpool FC, tetapi Bob Paisley juga sukses dalam melakukan regenerasi di tubuh Liverpool FC dengan tampilnya para bintang muda seperti: Graeme Souness, Alan Hansen, Kenny Dalglish dan Ian Rush. Walaupun Bob Paisley akan mewariskan sebuah skuat muda yang sangat hebat dan berbakat, tetapi dengan semua torehan gelar itu akan menjadi sangat berat buat siapapun penerusnya.
Sebagai penerus Bob Paisley yang pensiun di tahun 1983, Joe Fagan yang pada saat itu berusia 62 tahun, berhasil mempersembahkan treble buat Liverpool yaitu juara Liga, juara Piala Liga dan juara Piala Champion. Raihan ini menjadikan Liverpool FC sebagai klub sepakbola Inggris yang berhasil meraih 3 gelar juara sekaligus dalam 1 musim kompetisi. Sayangnya, catatan keemasan itu sedikit ternoda oleh insiden di stadion Heysel. Insiden yang terjadi sebelum pertandingan final Piala Champion antara Liverpool FC dan Juventus ini menewaskan 39 orang, sebagian besar adalah pendukung Juventus. Insiden ini mengakibatkan pelarangan bagi semua klub sepakbola Inggris untuk berkompetisi di Eropa selama 5 tahun. Dan Liverpool FC dilarang mengikuti semua kompetisi Eropa selama 10 tahun yang akhirnya dikurangi menjadi 6 tahun. Selain itu, 14 Liverpudlian didakwa bersalah atas peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Heysel. Setelah peristiwa mengerikan itu, Joe Fagan memutuskan untuk pensiun dan memberikan tongkat manajerial selanjutnya kepada Kenny Dalglish yang ditunjuk sebagai player-manager. Joe Fagan menyerahkan tugas manajerial Liverpool FC kepada Kenny Dalglish yang pada saat itu sudah menjadi pemain hebat tetapi masih harus membuktikan kapabilitas sebagai seorang manajer.
Pada masa kepemimpinan Kenny Dalglish, Liverpool FC dibawa menjadi juara Liga Inggris sebanyak 3 kali dan juara Piala FA sebanyak 2 kali, termasuk gelar ganda juara Liga Inggris dan juara Piala FA pada musim kompetisi 1985/86. Bila tidak terkena sangsi dari UEFA, bisa dipastikan Liverpool FC menjadi penantang serius untuk merebut Piala Champion pada saat itu. Kesuksesan Liverpool FC di masa kepemimpinan Kenny Dalglish kembali dibayangi kejadian mengerikan lainnya yaitu Tragedi Hillsborough. Pada pertandingan semi-final Piala FA melawan Nottingham Forrest tanggal 15 April 1989, ratusan penonton dari luar stadion memaksa masuk ke dalam stadion yang mengakibatkan Liverpudlian yang berada di tribun terjepit pagar pembatas stadion. Hal ini mengakibatkan 94 Liverpudlian meninggal di tempat kejadian, 1 Liverpudlian meninggal 4 hari kemudian di rumah sakit dan 1 Liverpudlian lainnya meninggal dunia setelah koma selama 4 tahun. Akibat Tragedi Hillsborough ini pemerintah Inggris melakukan penelitian kembali mengenai faktor keamanan stadion sepakbola di negaranya. Dikenal dengan sebutan Taylor Report, menyebutkan bahwa penyebab dari Tragedi Hillsborough ini adalah faktor penonton yang melebihi kapasitas stadion karena kurangnya antisipasi dari pihak keamanan. Akhirnya pemerintah Inggris mengeluarkan undang-undang yang mewajibkan setiap klub divisi I Inggris untuk meniadakan tribun berdiri. Setelah menjadi saksi hidup dari tragedi mengerikan Heysel dan Hillsborough, 'King' Kenny Dalglish tidak pernah bisa lepas dari trauma yang menghinggapi dirinya. Akhirnya pada tanggal 22 Februari 1990 beliau mengumumkan pengunduran dirinya sebagai manajer Liverpool FC. Pengumuman yang sangat mengejutkan dunia sepakbola pada saat itu, karena Liverpool FC sedang bersaing ketat dengan Arsenal dalam perebutan gelar Liga Inggris. Alasan yang disebutkan oleh Kenny Dalglish pada saat itu adalah tidak bisa lagi menghadapi tekanan dalam menahkodai Liverpool FC. Selama beberapa minggu Liverpool FC ditangani oleh pelatih tim utama Ronnie Moran sebelum akhirnya Liverpool FC menunjuk Graeme Souness sebagai manajer berikutnya. 'King' Kenny Dalglish kemudian dikenang sebagai legenda terhebat Liverpool FC karena sangat sukses baik sebagai pemain maupun manajer.



5.Muenchen Era Franz Beckenbauer (1970-1977)




Udo Lattek mengambil alih pada tahun 1970. Setelah memenangkan piala di musim pertamanya, Lattek pimpin Bayern menjadi juara ketiga Jerman. Pertandingan penentu dalam musim 1971-72 melawan Schalke 04 adalah pertandingan pertama di baru Stadion Olimpiade , dan juga pertandingan disiarkan live pertama dalam sejarah Bundesliga. Bayern mengalahkan Schalke 5-1 dan dengan demikian merebut gelar, juga pengaturan beberapa catatan, termasuk poin diperoleh dan gol. Bayern juga memenangi dua kejuaraan berikutnya, tetapi puncaknya adalah kemenangan mereka di final Piala Eropa melawan Atletico Madrid , Bayern menang 4-0 yang setelah replay. Selama tahun-tahun berikutnya tim tidak berhasil dalam negeri, tetapi mempertahankan gelar Eropa mereka dengan mengalahkan Leeds United di akhir ketika Roth dan kemenangan Müller dijamin dengan tujuan akhir. Setahun kemudian di Glasgow , AS Saint-Étienne yang dikalahkan oleh  Roth dan Bayern menjadi klub ketiga untuk memenangkan trofi dalam tiga tahun berturut-turut. Trofi akhir dimenangkan oleh Bayern di era ini adalah Piala Intercontinental , di mana mereka mengalahkan klub Brasil Cruzeiro

4.Ajax Era Johan Cruyff (1965-1973)




Ajax  salah satu klub paling sukses di dunia, menurut IFFHS .Ajax adalah klub paling sukses ketujuh Eropa abad ke-20 Klub ini salah satu dari lima tim yang telah mendapatkan hak untuk menjaga Piala Eropa dan mengenakan lencana beberapa pemenang, mereka menang berturut-turut di 1971-1973. Pada tahun 1972, mereka menyelesaikan treble Eropa dengan memenangkan Belanda Eredivisie , Piala KNVB , dan Piala Eropa, untuk tanggal, mereka adalah satu-satunya tim untuk menjaga Piala Eropa dan mencapai treble Eropa.Mereka juga salah satu dari tiga tim untuk memenangkan treble dan Piala Intercontinental pada tahun musim / kalender yang sama;Hal ini dicapai pada musim 1971-72. Ajax, Juventus dan Bayern Munich adalah tiga klub untuk telah memenangkan semua tiga besar UEFA kompetisi klub.
Bersama Cruyff mereka klub di segani Dieranya ,Selain sederet piala,Mereka juga memainkan sepakbola Menyerang yg disebut Total Football.

3.Real Madrid Di Stefano (1953-1954)




Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.
Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L'Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini. Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA.Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini kemudian dikenal lewat julukan "Ye-ye". Nama "Ye-ye" berasal dari "Yeah, yeah, yeah" chorus dalam lagu The Beatles berjudul "She Loves You" setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi "Ye-ye" juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.
Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

2.Milan Era Sacchi (1987-1991)


Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli.
Dibawah kepelatihan Sacchi, Milan bermain berbeda dengan tim-tim Italia lain, dengan mengambil gaya bermain Brazil saat memenangkan Piala Dunia 1970, dan Ajax di era total football Rinus Michels. Dengan meninggalkan pola man-marking, menggantinya dengan permainan yang intensif, menyerang, dan pressing ketat, dia merevolusi wajah sepakbola Italia.
Barisan deffence Milan saat diisi oleh kuartet Italian best, di komandoi oleh Franco Baresi dan menampilkan sosok Paolo Maldini muda, dan trio Belanda: van Basten, Ruud Gullit, dan Frank Rijkaard yang menyokong penyerangan. Tim ini memenangkan Club World Cup dua kali, dan di Mei 1990, Milan mengalahkan Benfica untuk menjaga throphy tetap bermukim di San Siro, dan menjadi tim terakhir hingga saat ini yang dapat memenangkan Piala Champions 2 kali berturut-turut.

1.Barcelona Era Pep Guardiola (2008-....)


Disebut - sebut sebagai Tim Terbaik sepanjang sejarah,bukan hanya karena memenangkan 6 gelar dalam setahun ataupun 2 Liga Champion,3 Laliga ,1 Copa Delrey,3 Super Copa Spanyol,1 Piala Dunia Antar Klub,Tetapi karena filosofi bermain yg selalu menyerang, Penguasaan Bola hingga 85%,Mayoritas pemain dari tim Yunior (Lamasia),Messi,Xavi dan Iniesta adalah peraih 3 besar pemain terbaik versi FIFA (FIFA Ballon D'Or).
Era keemasan Barcelona dimulai sejak kehadiran Frank Rijkaard dengan membeli pemain macam Ronaldinho,Eto'o,Daniel Alves,hingga Thiery Henry.
hingga th 2008 mengangkat Pep dari Pelatih Junior.
Hingga Kini Pep Guardiola mempersembahkan 10 Piala Bergengsi bagi Cules dalam 3 th kepelatihannya.






Inilah 7 Makanan Yang Kamu Kira Menyehatkan Ternyata Tidak

Setiap kita selalu berusaha keras untuk mengkonsumsi lebih banyak makanan bergizi, tidak hanya untuk menurunkan atau mempertahankan berat badan, tapi untuk memastikan kita mendapatkan semua yang kita perlukan untuk sehat dan bahagia. Kita makan lima porsi buah dan sayuran setiap hari, mencoba menambahkan biji-bijian ke dalam menu makanan kita, dan mempelajari label nutrisi dalam kemasan... Namun ada beberapa makanan yang terhindar dari pengawasan karena kita pikir makanan itu termasuk ‘makanan sehat’. Namun beberapa di antaranya tidaklah sehat! Berikut adalah 7 makanan yang kita pikir sehat namun sebenarnya tidak.

1. Sup Ayam
Kita semua pernah mendengar, bahkan mungkin pernah mengalami pemulihan dan juga kekuatan restoratif dari sup ayam, yang dapat mengobati pilek dan flu serta malaise secara umum. Tapi tahukah Anda bahwa sup ini kaya dengan kandungan natrium, dan juga bisa mengandung lemak yang tinggi? Sebelum Anda membeli sup kalengan, periksalah label nutrisinya dan jangan Anda beli jika kandungan nutrisinya tidak masuk dalam kualifikasi Anda. Kecuali jika Anda membuatnya sendiri, atau membeli sup kalengan yang mengandung natrium rendah merupakan ‘pilihan yang sehat’.

2. Jus Botol Dan Teh Botoh
Anda mungkin berpikir bahwa jus buah dan es teh akan menjadi pilihan yang lebih baik daripada minuman bersoda, tapi tahukah Anda bahwa kebanyakan dari jus dan teh dalam kemasan botol mengandung gula yang sangat banyak dan hanya sedikit mengandung jus ataupun teh asli? Sekali lagi, periksa label kandungannya untuk melihat apa yang sebenarnya terkandung dalam jus maupun teh itu sebelum Anda membelinya. Jika mengandung fructose corn syrup yang tinggi atau kandungan gulanya lebih dari 12 gram, lebih baik Anda lewati produk tersebut... dan ambillah sebotol air atau jus murni sebagai gantinya.

3. Sandwich

Saya sangat menggemari sandwich, terutama sandwich yang terbuat dari roti tawar dan berbentuk gulungan. Namun tahukah Anda bahwa makanan ini juga tidak selalu menjadi pilihan yang sehat? Banyak daging mengandung banyak lemak dan natrium, dan salad tuna maupun ayam dapat dibuat dengan menggunakan mayonaise yang jauh lebih banyak dari yang seharusnya. Periksalah informasi nutrisi pada sandwich dan bahan-bahan dari restoran, dan pilihlah mayonaise rendah lemak (jika ada) atau bahan sayuran dengan sedikit tambahan yang rendah lemak.


4. Salad

Tentu saja buah dan sayuran yang menjadi bagian dari salad merupakan pilihan fantastis yang sehat, namun begitu banyak salad yang ditambahkan dengan junk food... seperti crouton, bacon bits, dilapisi tepung roti ayam goreng, dan keju serta tambahan yang menggemukkan (tapi sangat lezat).

5. Smoothies (buah dan es yang diblender, biasanya ditambahkan susu)

Logika yang sama dengan jus buah digunakan pada jenis makanan ini – smoothies seharusnya baik bagi Anda dengan semua kandungan vitamin dan antioksidan yang Anda dambakan, namun untuk beberapa alasan, smoothies yang dibuat untuk komersial biasanya memiliki mutu yang sangat rendah. Smoothies buatan memiliki fructose corn syrup (gula) yang tinggi dan sangat sedikit mengandung jus dan yogurt asli. Smoothies buatan juga dapat menggemukkan... seperti misalnya saja seporsi strawberry banana smoothie yang besar yang dibuat oleh restoran fast food bisa mengandung 330 kalori dan 77 karbohidrat (dimana 70 diantaranya merupakan gula). Astaga! Jika Anda benar-benar menginginkan smoothie, gunakan yoghurt rendah lemak dan buah-buahan segar untuk mendapatkan smoothie yang lezat, ramuan penuh gizi dari rumah.


6. Yogurt

Kaum wanita membutuhkan kalsium dan vitamin D, sehingga banyak dari mereka yang akan menambahkan yogurt ke dalam kotak makan siang mereka. Tapi pernahkah Anda mengintip label nutrisi di bagian belakang kemasannya? Yogurt bisa sama tidak sehatnya dengan junk food lainnya, yang sarat dengan kandungan gula, lemak dan banyak lagi lainnya. Pilihlah yogurt yang hanya mengandung sedikit lemak dan sesedikit mungkin gula. Terdapat ratusan rasa dari puluhan merek, jadi bereksperimenlah sedikit untuk mendapatkan pilihan yang paling menyehatkan sekaligus menemukan citarasa yang paling cocok dengan Anda.

7. Granola Batangan
Saya sering memasukkan granola batangan ke dalam tas putri saya sebagai cemilan siang hari di sekolah, sampai saya bosan dan suatu hari saya pergi ke kasir dan memeriksa informasi nutrisinya. Saya sangat terkejut – bahkan granola batangan tanpa butiran coklat benar-benar kaya lemak dan gula, hampir sebanyak permen batangan! Saat ini saya hanya memilih granola batangan yang lebih segar dengan versi ‘rendah gula’, dan itu hanya sesekali sebagai hadiah.

Ketujuh makanan ini hanyalah segelintir dari makanan yang seringkali kita anggap sehat tapi ketika Anda melihatnya lebih dekat, tidaklah demikian adanya! Sangat mengejutkan bukan? Manakah dari makanan lezat di atas yang telah menipu Anda? Atau mungkin ada lagi jenis ‘makanan sehat’ lainnya yang Anda ketahui ternyata tidak sesehat yang Anda kira.

sumber :  http://frezz99.blogspot.com/2011/12/inilah-7-makanan-yang-kamu-kira.html

10 Pemain dengan Dribble Terbaik

10.Rui Costa



Ia adalah salah seorang pemain Portugal yang berasal dari 'Generasi Emas', bersama dengan pemain lain seperti Luis Figo.Sebelum pensiun,dia pernah memperkuat benfica,fiorentina dan milan.Saat masih bersama fiorentina,bersama batigol dan Toldo mereka di juluki Tiga Serangkai.Dia mempunyai aselerasi  yg indah,gayanya yang kalem,tenang dan tidak srudak sruduk membuatnya masuk dijajaran 10 besar


9.Alvaro Recoba


Recoba merupakan pemain bertipikal penyerang yang serba bisa. Dia biasa beroprasi sebagai seorang striker, gelandang serang atau bermain sebagai pemain sayap kiri. Saat ini dia bermain bersama Panionios di liga Yunani sejak Agustus 2008. Sebelumnya Recoba adalah pemain bintang di Serie-A, bermain bersama Inter Milan sejak 1997-2008 dan sempat dipijamkan ke beberapa club seperti Venezia pada musim 1998/1999 dan Torino 2007/2008.

 
8.Luis Figo



Figo seorang pemain sepak bola asal Portugal. Ia kini telah pensiun. Sebelumnya ia membela klub Inter Milan, FC Barcelona dan Real Madrid. Bersama a.l. Rui Costa, Fernando Couto, dan Vitor Baia tergabung dalam generasi emas yang merebut juara dunia junior tahun 1991.
Sebagai pemain sayap kanan dia mempunyai skill yg bagus,olah bola yg sederhana tapi merepotkan lawan.


7.Cristiano Ronaldo


Ronaldo memiliki kemampuan teknik yang hebat Selain gerakan multi step-over, dia juga mengembangkan banyak kemampuan lainnya, membuat dia sangat lincah dan sebagai pemain sayap yang tidak dapat diprediksikan gerakannya. Disamping kemampuan mengolah bolanya yang luar biasa, dia juga piawai dalam mengeksekusi bola-bola mati, itulah yang membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling berbahaya bagi lawannya, dia dapat mencetak gol dengan cara apapun.


6.Xavi Hernandez


Ia bermain untuk FC Barcelona dan sudah 101 kali membela Spanyol. Ia berposisi di tengah. Ia bernomor punggung 6. Dia berhasil membawa tim nasional Spanyol menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia FIFA 2010. Xavi juga mendapat gelar pemain terbaik dalam kejuaraan Piala Eropa 2008.
Kemampuan dribblingnya Luar biasa,sederhana,pelan dan tenang.dia menjadi otak serangan bagi barcelona maupun spanyol.jika bukan Messi sy rasa dia layak menjadi pemain terbaik 2010 lalu.


5.Zinedine Zidane


Sebagai pesepak bola kelas dunia, Zidane telah mengenyam banyak prestasi, diantaranya dua gelar Serie-A bersama Juventus, satu gelar Liga Champions Eropa dan satu gelar La Liga bersama Real Madrid. Zidane juga sukses mengantar Perancis menjadi juara dunia Piala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Bersama sahabatnya Ronaldo, Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Ia juga pernah meraih Ballon d'Or di tahun 1998.
Setelah penampilan yang sangat fantastis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, tidak sedikit publik sepak bola yang menganggapnya sebagai pemain terbaik di dunia. Kelebihan dan keahliannya melakukan dribbling dan penguasaan bola sering membuat pemain lawan merasa frustasi karena sulitnya merebut bola darinya. Pelatih-pelatihpun beranggapan bahwa memaksakan man-to-man marking terhadap Zidane adalah pekerjaan sia-sia. Bahkan produsen olahraga asal Jerman Adidas membuat "formasi baru" yakni 4-Zidane-2.


4.Ronaldo Luís Nazário de Lima


Ronaldo adalah seorang pemain sepak bola Brasil yang sangat terkenal. Ia biasanya bermain sebagai penyerang . Julukannya adalah Il Fenômeno ("Sang Fenomena").
Pada awal kariernya, Ronaldo adalah tipe penyerang murni dengan kemampuan sprint cepat yang menusuk pertahanan lawan sambil mendribel bola dan piawai dalam menyelesaikan umpan-umpan terobosan. Kedua kaki Ronaldo merupakan senjata utamanya untuk mencetak gol demi gol, sementara kepalanya jarang di gunakan untuk mencetak gol walaupun fisiknya cukup tinggi (183 cm). Ronaldo juga mempunyai keunggulan fisik yang memungkinkan ia berduel dengan bek lawan dan mampu menahan bola ketika menunggu bantuan rekan-rekan setimnya. Gaya ini terlihat jelas saat ia bermain untuk FC Barcelona dan pada musim pertamanya berkostum Inter Milan. Ketika ia bermain untuk Real Madrid ia sedikit mengubah gaya bermain dengan banyak mencari ruang kosong di antara bek dan melepaskan tendangan jarak jauh ke arah gawang. Hal ini lebih dikarenakan fisik Ronaldo yang sudah tidak memungkinkannya untuk tetap bermain dengan gaya naturalnya seperti ketika mengawali karier. Kelebihan berat badan dan cedera yang terus menimpanya merupakan alasan bagi Ronaldo untuk mengubah gaya bermainnya. Il Fenômeno juga merupakan pemain yang handal dalam menghadapi situasi bola mati, tercatat ia pernah menjadi penendang pinalti, tendangan bebas sampai tendangan penjuru. Ia juga pernah menyandang ban kapten ketika bermain membela Inter Milan dan dalam beberapa pertandingan bersama Seleção


3.Ronaldinho



Ronaldinho pernah bermain untuk Grêmio, Paris Saint-Germain, Barcelona, dan A.C. Milan sebelum bergabung dengan Flamengo pada bulan Januari 2011]Saat di Barcelona, Ia berhasil meraih gelar Liga Champions UEFA dan gelar Ballon d'Or tahun 2005.
Ronaldinho dua kali mendapatkan gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA, yaitu pada tahun 2004 dan 2005. Ia pernah menjadi pemain dengan penghasilan tertinggi, melampaui David Beckham dari LA Galaxy.
Pada permainan pertamanya di Barcelona, Ronaldinho sudah membuat penggemar terkesima dengan keahlian sepak bolanya yang mengagumkan. Kemampuan Ronaldinho untuk menentukan arah pertandingan dengan permainan solonya menjadikannya sebagai ikon sepak bola di awal millennium ini.
Freestyle nya membuat orang tidak akan pernah melupakan Ronaldinho.


2.Lionell Messi


Lionel Andrés Messi (lahir 24 Juni 1987 di Rosario, Argentina) adalah pemain sepak bola yang kini bermain untuk FC Barcelona dan Argentina sebagai striker atau pemain sayap. Dianggap salah satu pemain sepakbola terbaik dari generasinya, Messi menerima beberapa Ballon d'Or dan FIFA World Player nominasi Tahun pada usia 21, dan menang pada tahun 2009 dan 2010 Gaya bermain dan kemampuannya telah menarik perbandingan dengan Diego Maradona, yang sendiri menyatakan Messi sebagai "pengganti" nya.
Messi juga membuktikan sebagai "Maradona Baru" , Dia mampu mencetak 2 Gol fenomenal milik Maradone yaitu melewati 5-7 pemain dr tengah lapangan dan Gol Tangan Tuhan Milik Maradona (Gol Maradona ke gawang inggris di Piala Dunia 1986).
Media Spanyol menganuregahi nama MESSIDONA.Kini Ia disebut- sebut Sebagai Pemain Terbaik Dunia Sepanjang Sejarah (Bersama Pele dan Maradona)


1.Diego Maradona


Diego Armando Maradona (lahir di Buenos Aires, Argentina, 30 Oktober 1960; umur 51 tahun) adalah mantan pesepak bola legendaris Argentina. Maradona menjadi pelatih timnas Argentina mulai November 2008 sampai Juli 2010. Untuk Argentina Maradona tampil sebanyak 91 kali dan mencetak 34 gol. Maradona termasuk dalam deretan pesepakbola terbaik abad ini bersama dengan Pele.

Maradona memiliki fisik yang kekar dan kuat dalam menghadapi permainan fisik yang keras. Tubuhnya yang pendek dengan pusat gravitasi yang rendah memungkinkan dirinya melakukan sprint cepat sambil men-driblle bola. Maradona adalah pengatur serangan dan seorang yang bermain untuk timnya, selain itu dia juga mempunyai skill yang tinggi dalam menguasai bola. Keahliannya yang tinggi dalam menguasai bola, membuatnya mudah melewati para penjaganya. Hal ini dapat dilihat dalam golnya ketika melawan Inggris dalam Piala Dunia 1986 di Meksiko. Beberapa gerakan trademark Maradona diantaranya adalah melakukan sprint di daerah sayap dan kemudian mengirimkan umpan tarik kepada rekan setimnya. Lainnya adalah tendangan Rabona yang menyilangkan kaki berlawanan di belakang kaki yang menguasai bola untuk menendang bola. Ia juga dikenal sebagai pengambil tendangan bebas yang akurat dan mematikan. Maradona sebagian besar menggunakan kaki kirinya dalam permainannya, bahkan jika bola berada di sebelah kanannya. Golnya ketika melawan Belgia dalam Piala Dunia 1986 memperlihatkan hal itu. Golnya melawan Inggris dalam piala dunia yang sama juga menunjukkan hal tersebut, Maradona menggunakan kaki kirinya ketika melewati pamain-pemain Inggris.
Bahkan Platini Pernah Berkata ''Apa yang dilakukan Zidane dengan Bola,mampu dilakukan Maradona dengan jeruk''


sebernarnya masih banyak lagi pemain yg punya dribble bagus macam hagi,baggio,delpiero,totti,rivaldo,weah,pirlo,robben,ribery,henry,eto'o dll

Kamis, 01 Maret 2012

10 Senjata Penghancur Tercanggih di Dunia

Inilah 10 Senjata Penghancur paling Canggih di Dunia. Perlombaan setiap negara besar untuk mengembangkan senjata canggih dengan daya hancur yang mengerikan masih terus berlangsung hingga saat sekarang. Semua mengembangkan ilmu dan teknologi yang menghasilkan daya penghancuran yang semakin luar biasa menakutkan. Berikut 10 senjata penghancur paling canggih di dunia yang sangat luar biasa itu.
1. Aurora Excalibur
Senjata ini merupakan pesawat tak berawak yang beroperasi dengan lepas landas dan mendarat secara vertikal. Pesawat ini dapat mencapai kecepatan 460 mph (740 kmh) dan dapat membawa misil untuk ditembakkan. Pesawat ini bisa melakukan semua hal itu melalui remote control. Excalibur berhasil diuji pada Juni 2009.
2. Peluncur Granat XM-25
Senjata ini mampu menembakkan 25 granat pada jarak apa pun, jarak dapat diatur dan diprogram pengguna. Senjata baru ini menggabungkan kemampuan menembak dan komputer. Menurut rumor, XM-25 akan digunakan di Afganistan bulan ini.
3. Hellads
Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) Pentagon mengembangkan senjata laser masa depan yang dikenal sebagai High Energy Liquid Laser Area Defense System. Sistem laser ini dibuat seringkas mungkin agar dapat dipasang di pesawat taktis tanpa mempengaruhi performa misi. Laser ini cukup kuat untuk menembak jatuh roket, misil, dan artileri lain. Uji tingkat empat senjata ini dijadwalkan dilakukan tahun ini.
4. Kamuflase Masa Depan, Metaflex
Metaflex Future Camouflage, Ilmuwan Skotlandia mengembangkan kamuflase dengan menciptakan materi yang disebut Metaflex. Materi ini saperti jubah menghilang Harry Potter. Pemakai akan menjadi tak tampak karena materi Metaflex membengkokkan cahaya ketika sampai di permukaannya. Jubah hilang ini diuji tahun ini dan berpotensi dapat digunakan sebagai senjata pertahanan.
5. The Free Electron Laser
Angkatan Laut (AL) sedang merancang sistem laser lain yang dapat menembak jatuh roket dan misil yang menyerang kapal. Tak ada batasan penggunaan laser ini ketika sasarannya bukan pelacak, sensor, pertukaran informasi, dan target. Rancangan awal senjata ini selesai pada Maret dan prototipe senjata ini tersedia pada maret 2012.
6. Railgun
Militer Amerika Serikat (AS) menguji sebuah versi Railgun pada 2008 lalu. Senjata ini dapat mempercepat kecepatan proyektil menjadi 2,4 kmh (tujuh kali kecepatan suara). Versi sempurna senjata ini akan siap antara 2020-2025 mendatang.

7. Organisme Sintetis BioDesign
DARPA mengeluarkan dana sebesar US$ 6 juta (Rp 53,7 miliar) untuk proyek menciptakan mikroorganisme ‘yang diprogram hidup selamanya’. Mikroorganisme ini berisi molekul yang membantu bertahan hidup, serta dapat digunakan untuk membunuh hanya dengan jentikan switch. Debut senjata ini masih belum diketahui. (Bio Design Synthetic Organisms).
8. Senjata Pembunuh milik China
AL China mengembangkan ‘senjata pembunuh’ yang memiliki kemampuan menarget dan menghancurkan pesawat AS. Misil balistik antipesawat ini dapat menyerang pesawat AS pada jarak dua ribu km. Kemampuan manuver tak terprediksi misil ini membuatnya mampu menghindari radar. Debut senjata ini belum diketahui.
9. Hybrid Insect MEMS (HI-MEMS)
HI-MEMS terdiri dari setengah serangga, dan setengan mesin. Pertama, sistem mikro-mekanis ditempatkan di dalam serangga selama masa metamorfosis. Serangga ini beroperasi seperti mobil remote control. HI-MEMS akan digunakan untuk mengumpulkan informasi menggunakan sensor, seperti mikrofon atau detektor gas. Debut senjata ini belum diketahui.
10. Sistem Senjata Sunyi DREAD
Sistem Senjata Sunyi DREAD (DREAD Silent Weapon System) memiliki kemampuan menembakkan 120 ribu peluru per menit. Senjata ini sepenuhnya digerakkan listrik, bukan bubuk mesiu. Berarti senjata ini tak akan bersuara dan tak akan ada panas. Debut senjata ini belum diketahui.
sumber : kaskus

10 Pemain Kondang Yang Gagal Jadi Terbaik Dunia

SurgaBerita - Lionel Messi telah terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA 2011. Melihat sepak terjang Messi bersama Barcelona, tentu penghargaan ini sangat realistis. Namun dalam sejarah sepakbola, ada beberapa pemain kondang yang kurang beruntung.

Ya, kurang beruntung mungkin menjadi ungkapan yang tepat melihat sepak terjang mereka di atas lapangan. Tak sedikit yang gagal menjadi pemain terbaik dunia karena harus hidup di bawah bayang-bayang pemain lain yang dianggap lebih baik di eranya.

Nah, berikut 10 pemain kondang yang dalam sejarah sepakbola gagal menyabet penghargaan sebagai Pemain Terbaik Dunia:

1. Paul Scholes
Paul Scholes
Tak ada yang meragukan Scholes sebagai salah satu gelandang bertahan terbaik dalam sejarah sepakbola. Ia dianggap sebagai salah satu pemain yang memiliki skill komplet. Namun, sepanjang karirnya bersama Manchester United dan timnas Inggris, pemain yang terakhir batal pensiun ini tak pernah menyabet penghargaan bergengsi ini.

2. Dennis Bergkamp
Dennis Bergkamp
Bersama timnas Belanda, Bergkamp sebenarnya tampil impresif di Euro 1992 dan Piala Dunia 1994. Ia juga menjadi ikon bagi Arsenal. Namun pada 1993, ia harus kalah bersaing dengan Roberto Baggio dan Romario. Sedangkan pada 1997 ia harus berada di bawah Ronaldo dan Roberto Carlos. Ketakutan bepergian jauh dengan pesawat ditengarai menjadi salah satu faktor kegagalannya. Sebab, ia harus melewati perjalanan panjang dengan kereta api atau mobil yang tentu saja melelahkan.

3. Wesley Sneijder
Wesley Sneijder
Karena Sneijder lah gelar Pemain Terbaik Dunia 2010 yang dimiliki Messi menyisakan tanda tanya besar. Trequartista Inter Milan dan timnas Belanda ini dianggap lebih layak menerima penghargaan ini dibanding Messi. Sebab, Sneijder berhasil memberikan gelar treble kepada Inter dan membawa Belanda ke final Piala Dunia 2010.

4. Thierry HenryThierry Henry
Tak dipungkiri jika Henry adalah salah satu pemain terbaik di awal 2000an. Namun, ia gagal menyabet penghargaan ini pada 2003 dan 2004. Pada 2003, ia harus kalah bersaing dengan Zinedine Zidane, sedangkan di 2004 dikalahkan Ronaldinho.

5. Alan ShearerAlan Shearer
Shearer adalah ikon Newcastle United dan timnas Inggris. Ia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak dalam sejarah Premier League plus pemegang rekor gol terbanyak dalam satu tahun di Premier League. Namun, ia lebih banyak meraih penghargaan domestik. Pada 1996, ia hanya mampu berada di posisi ketiga di bawah Ronaldo dan George Weah.

6. Andriy ShevchenkoPemain yang kerap dipanggil Sheva ini memang pernah mencatatkan diri sebagai Pemain Terbaik Eropa atau Ballon d'Or. Namun, mantan pemain AC Milan dan Chelsea ini gagal menjadi pemain terbaik dunia karena Ukraina bukan negara raksasa sepakbola.

7. Pavel Nedved

Pavel Nedved
Seperti Sheva, Nedved juga pernah tercatat meraih Ballon d'Or. Namun sayangnya, legenda hidup Lazio dan Juventus ini juga harus hidup di bawah bayang-bayang Zinedine Zidane.

8. Raul Gonzalez

Raul Gonzalez
Raul gagal menyabet penghargaan ini pada 2001. Ia harus rela berada di posisi ketiga karena kalah bersaing dengan Luis Figo dan David Beckham.

9. Oliver Kahn
Oliver Kahn
Kahn adalah kiper terbaik dalam sejarah sepakbola modern. Kemampuan komplet ditambah karakter keras membuat dia selalu disegani penyerang-penyerang lawan. Pada 2002, ia harus kalah dengan Ronaldo. Namun, Kahn tetap bangga karena ia tercatat sebagai satu-satunya kiper yang pernah masuk tiga besar Pemain Terbaik Dunia.

10. David Beckham
Laga Final MLS Cup
Tak ada yang meragukan jika Beckham adalah ikon terbaik dalam sepakbola. Segudang prestasi bersama Manchester United dan Real Madrid plus wajah ganteng membuat Beckham dikenal di seantero jagat. Namun, ia gagal menjadi Pemain Terbaik Dunia. Pada 1999, ia kalah dari Rivaldo dan di 2001 kalah dari Luis Figo

Stadion Renang Jakabaring, Terbaik di Asia

Stadion serupa pernah ada di Beijing, China, tapi sudah dibongkar.

Fasilitas bertaraf internasional serta desain yang elegan dan modern tidak hanya indah dilihat, namun juga menjadikannya sebagai yang terbaik di Asia Tenggara bahkan lebih bagus dari yang dimiliki Sydney, Australia.

“Aquatic Centre di JSC adalah yang terbaik di Asia. Dulu ada dua di Asia yang menggunakan spesifikasi seperti ini, yaitu di Beijing, Cina. Namun, yang di sana sudah dibongkar sehingga ini menjadi satu-satunya di Asia,” ungkap Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

Kolam renang Aquatic Centre JSC didesain oleh konsultan dari Shanghai. Arsitektur atap venue ini dibuat semi indoor, dengan tetap memperhatikan faktor eco green, yaitu agar sirkulasi udara tetap berjalan secara alami. Struktur ini juga membuat stadion ini hemat listrik.

Bahan atap terbuat dari membran, sehingga suhu panas saat siang hari dapat tertahan dan dilepaskan pada malam hari, sehingga membentuk warna-warni layaknya kunang-kunang.

Bahan material kolam renang berasal dari Myrtha Pool, sebuah pabrikan penyedia fasilitas kolam renang berstandar olimpiade. Pabrikan asal Italia tersebut memasok seluruh material kolam seperti liner (pelapis lantai dan dinding beton kolam) dan bulkhead (pembatas antar lintasan). Cekungan kolam berbahan stainless style yang diproduksi Myrtha Pool, dikirim via kapal Sinar Ambon V.178 dalam bentuk lima kontainer.

Selain itu, Aquatic Centre yang berkapasitas 3.000 penonton ini memiliki kolam berukuran 26 x 3 x 51,2 meter dengan kebutuhan air mencapai 15.000 meter kubik. Ukuran kolam juga dapat disesuai dengan memperpanjang dan memperpendek panjang lintasan.