Label

Tampilkan postingan dengan label Football. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Football. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juli 2012

Indonesia Bangun Stadion Tersadis se-Asia, 900 Miliar!

Stadion Nasional Pekanbaru sudah mulai dibangun sejak tahun 2009 untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional XVIII Riau 2012, stadion ini merupakan stadion utama event tersebut. Dengan arsitektur modern nantinya akan menjadikannya stadion TERBAIK di Indonesia dan TERSADIS di Asia.

Menjadi stadion terbesar dan termegah di Indonesia, kapasitas penonton mencapai 169.000 penonton. 

Selain dijadikan sebagai untuk persiapan PON stadion ini juga bakal dipersiapkan untuk persiapan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022.



Stadion Riau 7 Kali Lebih Megah daripada Stadion GBK!












Dibangun sejak 2009, stadion megah dan mewah ini ditargetkan selesai 2012 ini untuk menyambut PON.



Gerbang Utama yang Sadis













Tampak Samping



Tampak Atas




Diliput berbagai TV Jepang




(sumber : http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=12651548)

Wow, Bocah Indonesia Ini Jadi Rebutan Barcelona dan Liverpool



Tristan Alif Naufal, antara Barca dan Liverpool
Berhasil mencuri perhatian Josep Guardiola dan menyarankan agar Barca segera mengajukan tawaran. Tristan Alif Naufal diproyeksikan untuk bergabung ke Liverpool di masa mendatang.
Bocah berusia 7 tahun tersebut memang menjadi buah bibir pada beberapa hari terakhir. Disebut-sebut sebagai titisan Lionel Messi, Tristan berhasil menuai pujian dari publik bola dan berharap Tristan mampu menjadi bintang di masa depan.

Namun tampaknya bukan Barcelona FC yang akan menjadi pelabuhan bocah ajaib tersebut. Menjadi murid di Liverpool Academy Indonesia, Tristan diproyeksikan untuk terbang ke Inggris untuk mengikuti trial di Liverpool ketika berusia 10 tahun.

"Alif kami proyeksikan untuk mengikuti trial di Inggris ketika berusia 10 tahun, karena saat ini dia baru berusia 7 tahun. Kami akan terus memantau perkembangannya,” terang Humas Liverpool Academy Indonesia, Qatrunnada Salma.

"Banyak program yang akan dijalani Alif. Dia saat ini sedang belajar bahasa Inggris dan kami juga terus memantau kondisi fisik serta gizi Alif,” tambahnya.

Sebelumnya Tristan yang memperlihatkan aksinya di depan mantan pelatih Barca, Pep Guardiola berhasil memikat hati sang pelatih. Bahkan dirinya menyarankan agar Barca segera mengajukan tawaran untuk merekrut Tristan. Namun tampaknya, pihak Liverpool Academy Indonesia tak ingin kehilangan permatanya tersebut dan "mengikatnya" hingga Tristan siap untuk terbang ke Inggris ketika usianya siap. 

Jumat, 06 Juli 2012

10 Catatan Memalukan Timnas Indonesia Sepanjang Sejarah




Sepuluh. Angka ini mendadak tidak lepas dari benak pikiran serta ramai menjadi pembahasan penggemar sepakbola tanah air. Pasalnya, telah tercipta sejarah yang sayangnya merupakan peristiwa memalukan bagi timnas Indonesia. Pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, Indonesia ditelan tuan rumah Bahrain, 10-0.

Sepuluh gol tercipta ke dalam gawang Andi Muhammad Guntur. Seakan kian melengkapi penderitaan, Samsidar menerima kartu merah pada menit ketiga pertandingan, menyusul kartu merah kepada pelatih Aji Santoso, dan empat kali hukuman penalti yang dijatuhkan wasit Andre El Haddad asal Libanon. Sejarah juga mencatat, tidak ada tim lain setelah Brighton & Hove Albion pada Maret 1989 yang menerima empat hukuman penalti sekaligus pada satu pertandingan.

Saya mencoba merangkum sepuluh hasil pertandingan terburuk yang pernah dialami Indonesia sepanjang sejarah. Definisi "terburuk" tidak mesti berarti kekalahan dengan skor besar, tetapi juga hasil-hasil mengejutkan dan di luar dugaan yang mencegah terwujudnya mimpi Indonesia untuk berprestasi. Sepuluh pertandingan ini juga dipilih berdasarkan dampaknya terhadap perkembangan sepakbola tanah air secara keseluruhan. Dengan demikian, kekalahan 7-1 dari Uruguay, misalnya, pada laga ujicoba tidak masuk dalam catatan.

1. Mogok di debut regional, vs Thailand 1-1, SEA Games 1977



Untuk kali pertama Indonesia berpartisipasi di pesta olahraga negara Asia Tenggara, SEA Games. Di cabang sepakbola, Indonesia disematkan status favorit karena sudah langganan tampil di turnamen antarnegara seperti Merdeka Games, Piala Raja Thailand, atau Piala Presiden Korea Selatan. Status favorit kian lantang ketika Indonesia mampu mengalahkan tuan rumah Malaysia 2-1 pada laga debut SEA Games. Setelah laga itu, skuad Indonesia menuding kubu tuan rumah menerapkan strategi tidak sportif dengan jadwal ketat. Puncaknya terjadi ketika di laga semi-final Indonesia memprotes kepemimpinan wasit Othman Omar, asal Malaysia, yang dianggap berat sebelah. Pemain Indonesia berkelahi dengan Thailand dan wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-60 pada kedudukan 1-1. Indonesia menolak melanjutkan laga sehingga panitia memberikan kemenangan kepada Thailand. Indonesia pun melanjutkan protes dengan mogok bertanding pada pertandingan perebutan medali perunggu melawan Burma.

2. Super-Mokh membungkam Senayan, vs Malaysia 0-1, SEA Games 1979



Setelah kasus mogok pada partisipasi debut, Indonesia berhasil melaju ke babak puncak SEA Games 1979 yang digelar di kandang sendiri. Ratusan ribu pasang mata memadati Senayan berharap Indonesia mampu melengkapi gelar juara umum dengan medali emas cabang primadona, sepakbola. Apalagi musuh di laga puncak adalah seteru abadi, Malaysia. Harapan masyarakat Indonesia musnah di kaki penyerang legendaris Harimau Malaya, Mokhtar Dahari. Memanfaatkan kecerobohan Ronny Pattinasarany, pemain berjuluk Super-Mokh itu berhasil membobol gawang Ronny Paslah pada menit ke-21. Indonesia gagal membalas sepanjang sisa pertandingan dan rivalitas dua negara tetangga ini pun kian dalam.


3. Raksasa melawan liliput, vs Fiji 3-3, Kualifikasi Piala Dunia 1982





Indonesia tak mampu mengalahkan Fiji, negara seukuran provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam dua pertemuan pada kualifikasi Piala Dunia 1982. Tergabung di Sub Grup A kualifikasi Piala Dunia 1982 bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan, dan Fiji, Indonesia nyaris saja terhempas menjadi juru kunci. Hasil buruk dibukukan pada empat laga pertama ketika dibekuk Selandia Baru 2-0 dan 5-0, kandang dan tandang, menyerah 2-0 dari Australia di Melbourne, dan bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Fiji. PSSI memutuskan mengganti pelatih Harry Tjong dengan Endang Witarsa. Di Senayan, dua hari sebelum melawan Fiji, seperti dilansir Tempo, manajer Syarnoebi Said akan menyuruh pemain Indonesia bersumpah guna menepis kecurigaan kemungkinan disuap. Di lapangan, Indonesia sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya disamakan 3-3 oleh Fiji hingga pertandingan berakhir. Beruntung Indonesia selamat dari posisi juru kunci setelah menaklukkan Australia 1-0 pada laga pamungkas yang sudah tidak menentukan.

4. Antiklimaks Garuda 1, vs Thailand 0-7, SEA Games 1985



Hanya empat bulan setelah sukses menjuarai Sub Grup B kualifikasi Piala Dunia 1986 dan hanya kalah dari Korea Selatan yang lolos ke Meksiko, Indonesia tidak tampil dengan standar yang sama di SEA Games di Thailand. Padahal Indonesia tampil dengan sisa-sisa skuad Garuda 1 yang berlatih khusus di Brasil. Bedanya, Bertje Matulapelwa ditunjuk menjadi pelatih menggantikan Sinyo Aliandoe. Pada partisipasi kali ini, Indonesia hanya mampu bermain imbang sekali dalam empat pertandingan. Puncaknya adalah kekalahan telak 7-0 dari tuan rumah Thailand di semi-final. Usai SEA Games, Bertje tetap dipercaya PSSI menangani timnas. Seperti diketahui, Bertje kemudian sukses membawa Indonesia menempati peringkat keempat Asian Games 1986. Kegagalan SEA Games rupanya menjadi pelecut Indonesia untuk melaju jauh di Asian Games dan kemudian sukses menjuarai SEA Games 1987 yang digelar di Jakarta.


5. Gol bunuh diri Mursyid Effendy, vs Thailand 2-3, Piala Tiger 1998

Untuk menghindari tuan rumah sekaligus favorit Vietnam di semi-final, Indonesia dan Thailand "menolak" menang pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A. Kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi-final, tetapi hasil imbang saja sudah cukup bagi Thailand untuk menempati posisi runner-up dan terhindar dari laga melawan Vietnam. Ketidakseriusan memuncak usai jeda. Indonesia memimpin dua kali sebelum selalu disamakan Thailand. Puncaknya, pada menit ke-90 Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang sendiri! Thailand menang 3-2 dan berhadapan dengan Vietnam di semi-final. Ketua Umum PSSI Azwar Anas menyambut kepulangan timnas di bandara dan sambil berlinang air mata menyatakan pengunduran diri karena insiden memalukan itu. Setelahnya, Mursyid juga mendapat sanksi larangan bermain untuk timnas seumur hidup oleh FIFA.

6. Antiklimaks di Negeri Tirai Bambu, vs Cina 0-5, Piala Asia 2004

Bersama pelatih Bulgaria yang senantiasa didampingi penerjemah bahasa Indonesia, Ivan Kolev, membawa Garuda mengejutkan Asia dengan menundukkan Qatar 2-1 pada laga perdana Grup A Piala Asia 2004. Hasil tersebut menyebabkan Qatar memecat pelatih Philippe Troussier. Optimisme pun melambung karena minimal Indonesia membutuhkan satu poin tambahan melawan Cina dan Bahrain pada dua laga susulan. Nyatanya, Indonesia tampil lesu pada laga kedua menghadapi tuan rumah Cina. Alex Pulalo mendapat kartu merah pada menit ke-29 dan Garuda menyerah 5-0. Pada laga terakhir Indonesia dikalahkan Bahrain 3-1 dan gagal masuk delapan besar. Kolev kemudian tidak melanjutkan tugas sebagai pelatih dan digantikan oleh Peter Withe untuk Piala AFF tahun yang sama. Tim besutan Withe, dengan mengandalkan bintang baru seperti Boaz Solossa dan Ilham Jayakesuma, tampil mempesona di turnamen tersebut.

7. Blunder Garuda Muda, vs Suriah 0-7, kualifikasi Piala Dunia 2010

Gairah publik meningkat setelah penampilan Indonesia di Piala Asia 2007 yang terbilang memuaskan meski gagal lolos ke babak perempat-final. Semangat melaju jauh di kualifikasi Piala Dunia pun mengapung ketika berhadapan dengan Suriah di babak eliminasi. Apa lacur, 9 November, Indonesia harus mengakui keunggulan tim tamu 4-1. Merasa tak lagi punya peluang, Indonesia mengirimkan tim U-23 yang disiapkan mengikuti SEA Games 2007. Kebijakan itu terbukti menjadi blunder. Garuda Muda menyerah 7-0 di Damaskus dan gagal total di Nakhon Rachasima, Thailand. Pelatih Ivan Kolev yang dipuja-puja saat Piala Asia pun sontak kehilangan kepercayaan PSSI dan digantikan dengan Benny Dollo di awal 2008.

8. Tersandung di Bukit Jalil, vs Malaysia 0-3, leg pertama final Piala AFF 2010

Sejengkal lagi perjuangan Indonesia mengakhiri puasa gelar sejak 1991 akan terwujud di Piala AFF 2010. Indonesia selalu menang dalam tiga pertandingan penyisihan grup dan dua laga semi-final melawan tim kejutan Filipina. Lawan di laga puncak adalah Malaysia, tim muda yang ditelan 5-1 pada laga pembuka di Senayan. Dengan segala sorotan dan eksploitasi terhadap tim asuhan Alfred Riedl, termasuk dengan kegiatan tim mengikuti pengajian sebelum laga final, Indonesia tersandung di Bukit Jalil. Malaysia mengejutkan dengan kemenangan 3-0 dan hasil itu hanya mampu dibalas 2-1 pada laga kedua di Senayan beberapa hari berselang. Harapan publik untuk berprestasi pun kembali pupus. Enam bulan setelah turnamen, terjadi pergantian kepemimpinan PSSI dan Riedl secara kontroversial dipecat untuk digantikan dengan Wim Rijsbergen.

9. Skandal Senayan, vs Yugoslavia Selection 2-3, Laga eksebisi

Almarhum Tony Pogacnik tercenung setiap kali ditanya wartawan tentang peristiwa memalukan yang terjadi di tengah persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 1962 di negeri sendiri. Persiapan untuk cabang sepakbola digelar serius dengan menggelar pelatnas dan membentuk dua tim, Banteng dan Garuda. Sejumlah laga ujicoba digelar, antara lain menghadapi Torpedo Moskwa dan Yugoslavia Selection. Pada kekalahan 3-2 melawan Yugoslavia Selection disinyalir sejumlah pemain timnas menerima suap. Pogacnik bahkan sampai berlinang air mata ketika kepolisian memeriksa dan menahan beberapa pemain atas tuduhan tersebut. Pada akhirnya, Pogacnik terpaksa membentuk tim yang sama sekali baru. Di Asian Games, Indonesia gagal terbang tinggi dan tersisih di penyisihan grup.

10. Tragedi Manama, vs Bahrain 0-10, Kualifikasi Piala Dunia 2014

Terakhir, tentu saja hasil yang baru saja terjadi di pertandingan terakhir kualifikasi menuju Brasil 2014. Tak lagi punya peluang, ditambah dengan masalah dualisme kompetisi, PSSI memberangkatkan tim yang hanya diisi para pemain dari kompetisi legal. Wim Rijsbergen tidak lagi menjadi pelatih dan Aji Santoso dipercaya menukangi tim. Hasil buruk rupanya merusak laga debut Aji serta sebagian besar para pemain di ajang internasional. Kekalahan 10-0 di Manama ini merupakan yang terbesar dialami Indonesia sepanjang sejarah, melampaui rekor 9-0 ketika dikalahkan Denmark pada 1974.

Catatan hasil-hasil di atas tidak dimaksudkan untuk  menghujat, melainkan dilakukan dengan semangat pembelajaran dari  pengalaman yang sudah dialami Indonesia. Sepakbola tidak melulu soal  kemenangan, tetapi juga bagaimana caranya bangkit dari keterpurukan.
(sumber : Goal.com)

Kamis, 28 Juni 2012

6 Pemain Sepakbola Terbaik dengan Nama "David"

DAVID BECKHAm


@SurgaBerita - Siapa coba yang tidak menyukai Sepakbola. Memang Sepakbola adalah Olahraga nomor 1 di Dunia. Anda pasti sudah tahu pemain-pemain terhebat saat ini, seperti  Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Xaci hernandez, dll. 
pada kali ini Surgaberita akan Menampilkan 6 Pemain Sepakbola Terbaik dengan Nama "David"


6. David Luiz
DAVID LUIZ



Bek asal Chelsea ini memang sudah tidak diragukan lagi Skillnya. walaupun permainnannya. agak kasar dan sering banget maju kedepan gan. Akibatnya lini belakang timnya kosong dan rawan kebobolan gan. Dan satu kekurangannya lagi bikin kiper timnya jadi gk bisa liat lapangan dengan jelas akibat rambut kribonya.


Informasi Pribadi :

Nama lengkap : David Luiz Moreira Marinho
Tanggal lahir : 22 April 1987 (umur 25)
Tempat lahir : Diadema, Brazil
Tinggi : 1.88 m (6 ft 2 in)
Posisi Bermain : Bek
Informasi klub :
Klub Saat ini : Chelsea
No Punggung : 4
Karier Junior :
1996–2001 Sao Paulo
2001–2005 Vitória
Karier Senior :
2006–2007 Vitória
2007 Benfica(dipinjamkan)
2007–2011 Benfica
2011–sekarang Chelsea
Tim nasional :
2007 Brazil U-20
2010 Brazil


5. David de Gea
DAVID DE GEA



Menurut ane kiper muda MU ini punya skill bagus gan. Walau terkadang keliatan gampang banget kebobolan. Inget debut pertama dia maen, dia kebobolan dengan gampangnya. Tapi gk jarang juga dia bikin striker lawan frustasi karena kejagoannya. Tapi yg bikin ane salut jambulnya gan. Kok bisa 90 menit dilapangan tuh jambul gk turun-turun ya.


Informasi Pribadi :
Nama lengkap : David de Gea Quintana
Tanggal lahir : 7 November 1990 (umur 21)
Tempat lahir : Madrid, Spanyol
Tinggi : 1.93 m
Posisi Bermain : Kiper
Informasi klub :
Klub Saat ini : Manchester United
No Punggung : 1
Karier Junior :
2003–2008 : Atletico Madrid
Karier Senior :
2008-2009 Atlético Madrid B
2009-2011 Atlético Madrid
2009 - sekarang Manchester United
Tim nasional :
2007 Spain U-17
2007–2009 Spain U-19
2009 Spain U-20
2009–sekarang Spain U-21


4. David SilvaDAVID SILVA


Menurut ane gelandang Man.City ini jago banget gan. Ane kalo maen football manager pasti beli dia gan. Biar di timnas belom keliatan jago tapi ane yakin beberapa taun lagi juga di timnas spanyol bakal jadi gelandang yg ditakuti lawan gan. Tapi ane heran sama tampangnya gan. Padahal orang spanyol tapi kalo menurut ane tampangnya malah mirip tukang-tukang di Indonesia gan. Apa perasaan ane aja ya gan


Informasi Pribadi :
Nama lengkap : David Josué Jiménez Silva
Tanggal kelahiran : 8 Januari 1986 (umur 26)
Tempat kelahiran : Arguineguín, Spanyol
Tinggi : 1.70 m
Posisi bermain : Midfielder / Winger
Informasi klub :
Klub saat ini : Manchester City
No Punggung : 21
Karier Junior :
UD San Fernando
2000–2003 Valencia
Karier Senior :
2003–2004 Valencia
2004–2010 Valencia
2004–2005 Eibar (pinjam)
2005–2006 Celta Vigo
2010–sekarang Manchester City
Tim nasional :
2001–2002 Spanyol U-16
2002–2003 Spanyol U-17
2004–2005 Spanyol U-19
2005 Spanyol U-20
2004–2006 Spanyol U-21
2006–sekarang Spanyol


3. David VillaDAVID VILLA


Menurut ane penyerang barcelona ini maennya bagus gan. Kadang shooting jarak jauhnya keren banget gan. Ane tau ini orang waktu piala dunia 2006 gan. Ane lupa spanyol lagi lawan apa waktu itu. Di pertandingan itu di golin dari tendangan bebas gan. Keren banget banget banget gan golnya. Dan yg bikin ane gk bisa lupa ya jenggotnya yg merangsang itu gan.



Informasi Pribadi :
Nama lengkap : David Villa Sánchez
Tanggal lahir : 3 Desember 1981 (umur 30)
Tempat lahir : Langreo, Asturias, Spanyol
Tinggi : 1.75 m
Posisi bermain: Penyerang
Informasi klub :
Klub saat ini : Barcelona
Nomor : 7
Karier Junior :
1991 – 1999 Langreo
Karier Senior :
1999 – 2001 Sporting Gijón B
2001 – 2003 Sporting Gijón
2003 – 2005 Real Zaragoza
2005 – 2010 Valencia
2010 – sekarang Barcelona
Tim nasional :
2000 – 2003 Spanyol U-21
2005 – sekarang Spanyol


2. David Trezeguet


Ane yakin udah lupa sama pemain ini. Tapi waktu dia masih maen dulu gan menurut ane dia keren banget. Apalagi dulu ane demen timnas prancis. Di prancis dulu dia keren banget gan. Di Juventus juga dia sering nyetak gol keren gan. Tapi begitu Juventus degradasi nih orang gk kedengeran lagi kabarnya. Eh taunya tiba-tiba dia ada di Hercules gan. Mungkin dia masuk ke Hercules gara-gara ngefans sama Agung Hercules kali ya gan.


Informasi Pribadi :
Nama lengkap : David Sergio Trezeguet
Tanggal lahir :15 Oktober 1977 (umur 34)
Tempat lahir : Rouen, Perancis
Tinggi : 1.90 m
Posisi bermain: Penyerang
Informasi klub :
Klub saat ini : River Plate
Nomor : 17
Karier Junior :
1985–1996 Platense
Karier Senior :
1993–1995 Platense
1995–2000 Monaco
2000–2010 Juventus
2010–2011 Hércules
2011 Baniyas
2012–sekarang River Plate
Tim nasional :
1997 France U-21
1998–2008 France


1. David BeckhamDAVID BECKHAm


Menurut ane sih para semua dah pada tau nih orang dan pada setuju kalo jadi DAVID no.1 di sepakbola. Gimana gk keren coba. Andik aja yang dikasih jersey bolanya ampe bela-belain gk dicuci seminggu biar bisa nyium keringetnya beckham. Udah gitu emang sewaktu di MU dan Rela Madrid dulu maennya jago bgt. Pokoknya salut deh buat beckham. Kalo ke Indonesia lagi ane traktir mie ayam deket rumah ane dah.


Informasi Pribadi :
Nama lengkap : David Robert Joseph Beckham
Tanggal lahir : 2 Mei 1975 (umur 37)
Tempat lahir : Leytonstone, London, England
Tinggi : 1.83 m
Posisi bermain: Sayap Kanan, Gelandang Tengah
Informasi klub :
Klub saat ini : Los Angeles Galaxy

Nomor : 23
Karier Junior :
1991–1993 Manchester United
Karier Senior :
1993-1995 Manchester United
1995 Preston North End (dipinjamkan)
1996-2003 Manchester United
2003-2007 Real Madrid
2007-2008 Los Angeles Galaxy
2008-2009 AC Milan (dipinjamankan)
2009-sekarang Los Angeles Galaxy
Tim nasional :
1994–1996 Inggris U-21
1996– Inggris

Perbedaan Gaya Bermain Sepakbola Berbagai Negara dengan Indonesia


Mumpung lagi suasana Euro 2012 nih gan, ane mau kasih liat gaya bermain sepakbola dari berbagai negara di dunia. Langsung aja cekidot di bawah:


1. Italy



pertahanan super kuat, di tengah bingung, oper ke striker trus PINALTI...!!!


2. Jerman

Langsung to the point


3. Inggris

tergantung angin, posisi striker bisa dimana saja


4. Perancis

semua kemungkinan dicoba, tapi... sial! mereka lupa ngegolin


5. Brazil

no komen!


6. Swiss



mereka bisa kalah dengan sendirinya, ga perlu dibantu


7. INDONESIA



Keterangan: titik merah itu BUKAN bola, tapi WASIT



Senin, 14 Mei 2012

5 Pemain Sepakbola yang Masih Handal Meskipun Sudah Tua

Umur memang bukan menjadi alasan para atlet untuk bersinar. Meskipun di usia yang sudah tua akan menurunkan kemampuan fisik dan stamina, tetapi para atlit sepak bola ini masih dapat bersinar dan memberikan yang terbaik untuk klubnya. Berikut pemain-pemain yang sudah berumur tua tetapi berprestasi.


1. A. Del Piero (37th)

 Dia adalah anak emas Juventus. Di usianya yang 37 tahun dia masih menjadi pemain kunci Juventus. Sang pelatih Antonio Conte yang sekaligus mantan rekan satu tim nya pun menganggap penting peran Del Piero di lapangan. Dan itu terbukti lewat goal2 yang di lesatkannya yang menjadi penentu kemenangan ataupun terbebas dari kekalahan.


2. Ryan Giggs (37th)

Walaupun di usia nya yang sudah 37th, namun fitness Giggs masih bagus. Sang pelatih Alex Ferguson pun sudah mengatakan bahwa Giggs masih mampu bermain 1 sampe bbrp tahun mendatang. Mantan rekan 1 tim nya Gary Neville pun mengatakan kalau Giggs masih mampu bermain sampai umur 40th an. 


3. Paul Scholes (37th) 

Setelah sebelumnya pensiun, lalu pada pertengahan musim 2011/2012 di panggil kembali oleh Sir Alex Ferguson untuk membantu Man Utd yang sedang crisis cedera pemain. Dan hasilnya tidak mengecewakan. Paul Scholes bermain outstanding di berbagai laga. Passing2 nya yang akurat membuat ia mampu menguasai lapanga tengah. 


4.David Beckham (36th) 

Mantan pemain Man Utd dan Real Madrid ini adalah salah satu pemain yang berpenghasilan paling besar di dunia. Dia juga membantu klubnya LA Galaxy memenagi 2011 MLS cup. 


5.Totti (35th) 

Totti masih menjadi pangeran Roma. Pengabdiannya selama bertaun2 terhadap AS Roma sangatlah dapat di banggakan. Totti merupakan salah satu legenda pemain yang kreatif.

Jumat, 11 Mei 2012

7 Film tentang Sepak Bola yang Wajib Ditonton



@SurgaBerita - Bicara tentang industri sepak bola tak hanya terkait perlengkapan olahraga, seperti sepatu, kostum, decker, atau pelindung tulang kering. Pengalaman nyata atau inspirasi dari dunia sepak bola juga menarik industri perfilman untuk mewujudkannya dalam produk audio-visual yang menghibur dan menginspirasi orang banyak.

Situs EPL Talk merilis tujuh film bertema sepak bola yang wajib ditonton sepanjang masa, baik dengan genre drama maupun komedi. Namun, mereka tidak menutup kemungkinan tambahan film-film bertema sepak bola lainnya yang difavoritkan. Berikut adalah tujuh film tersebut:



1. The Two Escobars

Bintang: María Ester Escobar, Francisco Maturana, dan Alexis García V
Film ini bercerita tentang dua orang Kolombia, yang satu adalah pemain sepak bola, satu lagi adalah anggota mafia obat-obatan terlarang. Si pemain, Anders Escobar, memimpin perkembangan permainan tim nasional Kolombia di lapangan dan menjadikan tim mereka menjadi tim kuda hitam dalam Piala Dunia 1994. Sementara itu, si ketua geng kartel narkoba, Pablo Escobar, memimpin Kolombia ke dalam perang berdarah di jalanan yang berjuang untuk mengukuhkan kekuasaan.

Film dokumenter ini menceritakan tentang dua orang yang memiliki kisah hidup yang berseberangan, tetapi berkuasa mengubah tatanan di suatu negara. Film dokumenter ini dinilai memukau, sangat emosional, dan menyampaikan pesan-pesan dengan kuat.



2. Zidane: A 21st Century Portrait

Bintang: Zinédine Zidane, David Beckham
Film dokumenter tahun 2006 ini bercerita tentang pertandingan 90 menit yang dilakoni salah satu bintang legendaris dunia, Zinedine Zidane. Kisah Zidane difilmkan dalam laga Real Madrid melawan Villareal pada 23 April 2005 dengan menggunakan 17 kamera yang disinkronkan dengan gerakannya selama pertandingan, bahkan pada saat diam.

Film ini diiringi musik latar belakang dari kelompok musik beraliran band eksperimental asal Skotlandia, Mogwai, yang menghadirkan nuansa merenung dalam film tersebut.



3. Once In A Lifetime: The Extraordinary Story of the New York Cosmos

Bintang: Pelé, Giorgio Chinaglia, dan Matt Dillon
Kebangkitan dan kejatuhan Liga Sepak Bola Amerika Utara dan tim raksasa AS, New York Cosmos, berjalan bersamaan. Film ini bercerita tentang awal berdirinya Cosmos pada akhir 1960-an sampai kemudian berakhir pada tahun 1985. Keserakahan, tujuan, dan perempuan menjadi formula kisah indah dalam film ini.

Cosmos memiliki pemain-pemain terkenal di dunia, seperti Pele, Franz Beckenbauer, Carlos Alberto, dan Giorgio Chinaglia. Tim ini adalah tim penuh bintang yang orisinal di dunia sepak bola.

Film dokumenter ini menampilkan wawancara dengan banyak mantan bintang Liga Sepak Bola Amerika Utara, kecuali Pele, serta rekaman pertandingan dan narasi oleh aktor Matt Dillon.




4. Fever Pitch

Bintang: Colin Firth, Ruth Gemmell, dan Luke Aikman
Ini berbeda dengan film versi Amerika Serikat yang berkisah tentang baseball, Fever Pitch ini adalah interpretasi dalam bentuk film dari novel Nick Hornby. Ini bercerita tentang kebingungan seorang pria dengan cintanya terhadap sepak bola dan seorang wanita.

Film ini berfokus pada Colin Firth yang berperan sebagai Paul Ashworth, seorang guru sekolah London utara. Ashworth adalah penggemar fanatik Arsenal yang jatuh cinta dengan rekan sekerjanya. Film ini bercerita tentag upaya Ashworth untuk memperjuangkan dua cinta ini agar terus stabil. Pasalnya, dalam pengalaman Ashworth, keduanya selalu berbenturan. EPL Talk mencatat, cara bertutur dalam film ini tidak sebagus bukunya.

5. The Firm

Bintang: Gary Oldman, Lesley Manville, dan Philip Davis
Gary Oldman membintangi film tahun 1988 ini yang bertutur tentang kehidupan suporter fanatik sepak bola Inggris, hooligans. Film ini kemudian mengilhami film-film tentang hooligans lainnya, seperti The Football Factory dan Green Street Hooligans.

Film ini bercerita tentang kegiatan West Ham’s Inter City Firm serta tindakan kasar mereka selama tahun 1970-an dan 1980-an. Clive Bissel adalah seorang lelaki tua yang hidup dalam dua lingkungan, keluarga yang manis dan para suporter fanatik sepak bola. Sepanjang film, Bssel mencoba untuk mengombinasikan dua kehidupan utamanya itu, tetapi tidak berhasil. Lebih dari 20 tahun sejak dirilis, The Firm masih didapuk sebagai film tentang hooligans yang paling menentukan.

6. The Damned United

Bintang: Colm Meaney, Henry Goodman, dan David Roper
Film ini dibuat berdasarkan novel David Pearce pada tahun 2007 dengan judul yang sama, The Damned United, mengenai keberhasilan manajer sepak bola yang eksentrik, Brian Clough, di Derby County serta kisahnya saat 44 hari bertugas di Leeds United. Film ini dibintangi Michael Sheen sebagai Clough, dan Timothy Spall sebagai tangan kanannya, Peter Taylor. Meskipun buku dan film didasarkan pada kisah nyata, tetapi cara bertutur Pearce membuat pekerjaan ini begitu memikat.

7. Escape to Victory (Victory)

Bintang: Michael Caine, Sylvester Stallone, Bobby Moore, dan Pelé
Caine, Stallone, Pele, dan Moore bermain bersama dalam film yang bertutur tentang kisah sepak bola klasik pada tahun 1981. Film ini merupakan interpretasi dari film asal Hongaria pada tahun 1961, Two Halftimes in Hell, yang dibuat berdasarkan kisah nyata di Ukraina selama perang dunia kedua.

Dalam film Escape to Victory, kisahnya berfokus pada sekelompok tahanan perang pihak sekutu yang ditantang oleh sejumlah tentara Jerman yang percaya bahwa laga ini akan menjadi langkah propaganda yang brilian. Tanpa direncanakan, laga ini malah menjadi kesempatan bagi mereka untuk melarikan diri. Film ini sangat kental dengan nuansa sepak bola klasik.

Selain tujuh film terekomendasi ini, EPL Talk juga menunjuk film berjudul Pelada sebagai film yang wajib ditonton. Film dokumenter sepak bola yang dinilai sangat memberikan inspirasi ini bercerita tentang Luke dan Gwendolyn, dua mantan bintang sepak bola di perguruan tinggi yang tidak bisa melaju bermain ke tingkat profesional.

Pelada adalah kisah perjuangan orang-orang yang bermain sepak bola dari tahanan di Bolivia ke minuman keras ilegal di Kenya, dari freestylers di China sampai wanita yang bermain dengan jilbab di Iran. Film ini diklaim segera mendorong siapa pun yang menontonnya untuk mencintai sepak bola.

Inilah Bocoran Kostum Baru Arsenal, Barcelona, dan Manchester United Musim Depan



@SurgaBerita - Tidak yakin ini kabar baik atau buruk buat fans Arsenal, Barca, dan United. Baru-baru ini muncul foto terbaru yang kono katanya keluar dari “dapur” Nike, tentang bocoran desain kostum baru tiga tim tersebut musim depan [2012-2013].

Kostum Arsenal bakal memakai strip hitam di lengan. Pertanda The Gunners berkabung memperingati TUJUH tahun tanpa gelar juara?

Kostum Barca… sedikit lebih mendingan daripada yang pernah dirilis sebelumnya, yang juga hoax sih sebenernya.

Kostum Manchester United? Hampir sama dengan yang sekarang, tapi dengan tambahan motif kotak-kotak di sekujur kaos.